Kamera Prosumer

kamera prosumer
Kamera prosumer. Setelah ngebahas alasan-alasan kenapa kamu gak usah beli DSLR di postingan beberapa minggu yang lalu, kali ini saya pengen sharing sedikit tentang kamera prosumer. Karena kebanyakan orang, pada umumnya hanya tau kamera pocket (saku) dan kamera DSLR.

Kamera prosumer sebenarnya gak beda jauh dengan kamera saku, hanya saja, kamera ini sudah dilengkapi dengan fitur mode manual. Mode aparture, panorama, dan lain-lain juga ada disini. Di kamera prosumer juga kalian bisa melakukan setting ISO dan menerapkan rumus segitiga exposure seperti halnya di DSLR. keren kan?

Dengan body yang sekarang lebih banyak menyerupai DSLR, kamera ini juga cocok buat kalian yang suka gaya-gayaan tapi gak begitu minat mendalami fotografi sampai ke akar-akarnya. Gak ribet, harganya ‘masih ada’ yang sesuai kocek, dan tentunya gak makan biaya banyak untuk perawatannya. (gak apa-apa kalau mau dipakai untuk foto narsis, karena prosumer gak punya shutter count / batasan jepret) :D

Untuk lensanya, yah rata-rata kamera digital lah, 12-16 megapixel. Zoomnya juga gak kalah cakep. Beragam, 16x, 30x, sampai 40x perbesaran-pun ada.
kamera prosumer
Nah, untuk kekurangannya, kamera prosumer memiliki model lensa yang permanen alias gak bisa digonta-ganti. Kebanyakan prosumer juga gak bisa diberikan tambahan aksesoris seperti filter pada lensanya, karena tidak terdapat ulir pada lensa untuk memasangnya (kecuali HS series untuk merk fujifilm). Selain itu, sensor kameranya juga terbilang masih cukup kecil/rendah, masih jauh jika dibandingkan DSLR. Sehingga jika hasil foto di zoom maksimal (menggunakan komputer/laptop), tekstur gambarnya gak sehalus foto hasil jepretan kamera DSLR.

Eits, biarpun begitu, jangan salah, karena ada sekelompok orang yang benar-benar hobi menggunakan kamera prosumer. Kalian bisa lihat disini. Hasil-hasil fotonya-pun gak kalah keren sama fotografer yang pakai DSLR. Karena kembali lagi, ini bukan tentang “apa kameranya”, tapi “siapa yang menggunakannya”. :)

Nah, kalau kalian tertarik sama kamera prosumer, kalian tinggal pilih deh, mau pakai buatan mana, Canon? Nikon? Olympus? Fujifilm? Atau yang lainnya? Kalau saya pribadi sih saat ini pakainya kamera prosumer buatan fujifilm dengan series finepix S4500 (14 Mp dengan 30x zoom). Kenapa saya pakai fujifilm? Karena fujifilm punya pilihan yang cukup beragam untuk kamera prosumernya. Terutama HS series, bikin ngiler euy. Harganya juga ada yang setara DSLR. -,-

Ohiya, untuk hasil jepretan kamera prosumer kalian bisa lihat disini. Foto-foto tersebut diambil menggunakan Fujifilm finepix s1600 dan s4500. :)

Cerita Kamera

Setelah hampir tiap hari bolak-balik kaskus buat nyari kamera second yang “mungkin” murah meriah, akhirnya beberapa minggu yang lalu kesampaian juga saya buat punya kamera. Awalnya sih pengen banget punya kamera mirrorless, Cuma harganya gak nahan. Sempat sih nemu yangsecond di kaskus, harganya juga lumayan waktu itu, bahkan sudah sampai deal. Tapi sayang, keesokan harinya si agan sms kalau dia gak jadi ngejual kameranya, karena pas dia cek lagi, tombol shutternya ternyata gak berfungsi. #BelumRejeki -,-